Rabu, 04 Mei 2011

Sebuah pelajaran dari MUSIBAH

Sebuah pelajaran dari
MUSIBAH

Beberapa waktu berlalu dan negeri ini tak pernah sepi dari berbagai peristiwa yang menyisakan rasa duka di dalam hati. Berbagai bencana yang muncul di alam, berbagai masalah yang tak kunjung usai dan terselesaikan di ranah hukum negeri mayoritas muslim ini, berbagai kedzaliman, ketidakadilan, ketimpangan jelas terbaca oleh mata lahir kita. Apakah yang sebenarnya terjadi ini ?       

Berkaca dari sejarah, sunnatullah dalam kehidupan, tidak pernah kita jumpai bencana alam terjadi melainkan kita jumpai pula disana ada tindak kedzaliman yang terjadi, kedzaliman kepada alam, kedzaliman kepada manusia, bahkan yang terbesar, kedzaliman pada Sang Pencipta. Bahkan sekecil apapun musibah, ia merupakan balasan di dunia akibat tindak kedzaliman (keburukan) yang pernah kita lalukan. Inilah mereka, para salaf yang demikian lembut dan peka hatinya terhadap musibah kecil yang menimpanya. Mereka segera tersadarkan atas perbuatan dosa/maksiat yang mereka lakukan, dan bersegeralah mereka menyelami lautan taubat demi mendapatkan maghfirah-Nya.
Allah SWT telah mengingatkan dengan ilmu-Nya yang Haq :

“Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari siksaan Allah) di bumi, dan kamu tidak memperoleh pelindung atau penolong selain Allah”. (QS. Asy-Syuura (42) : 30-31).
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar-Ruum (30) : 41).
 Satu hal yang hendaknya menjadi kekhawatiran kita sebagaimana firman Allah Ta'ala :
“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya”. (QS. Al-Anfal (8) : 25).

Ya, bencana yang terjadi, musibah yang datang tidak memilih korbannya. Akan tetapi ia menimpa semua siapa saja, dimana saja dan kapan sajaTidakkah kita menyadari ?

Musibah ini ujian bagi seorang mukmin untuk menghapus dosa-dosa kecil, meninggikan derajat dan supaya kita bertambah dekat dan tunduk pada-Nya. Dalam pandangan Allah, ujian semacam ini, yang menimpa diri kita, harta kita, anak kita, keluarga kita, dunia kita sungguh teramat ringan jika dibandingkan dengan musibah yang menimpa dien kita. Inilah musibah terbesar yang menimpa seorang mukmin! Sebab, hanya dien ini yang dapat menyelamatkan kita di hadapan Allah. Wallahul Musta'an.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar